Featured image Sewatama

Indonesia Infrastructure Finance Suntik Penyertaan Modal 300 Milyar Rupiah Ke Sewatama

Jakarta, 5 Januari 2016- PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”), perusahaan pembiayaan non-bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), hari ini menyepakati penyertaan setoran modal sebesar Rp 300.000.000.000 (tiga ratus milyar rupiah) dalam bentuk Mandatory Convertible Bond dengan jangka waktu selama 5 tahun kepada PT. Sumberdaya Sewatama (“Perseroan”) (IDX: SSMM). Kucuran dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek-proyek pembangkit tenaga listrik menggunakan bahan bakar energi baru terbarukan yang disiapkan Perseroan.

Menurut Sukatmo Padmosukarso, Presiden Direktur & Chief Executive Officer IIF, pembangkit listrik energi baru terbarukan merupakan salah satu infratruktur strategis ramah lingkungan yang bisa menopang pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini sesuai dengan visi IIF untuk menyediakan modal dalam pembangunan infrastruktur Indonesia dan mitra bagi sponsor, pasar keuangan, dan Pemerintah Indonesia dalam pembangunan proyek infrastruktur yang digagas dengan baik dan layak secara komersial.

“Selain sebagai salah satu infrastruktur strategis, pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan energi baru terbarukan juga merupakan proyek infrastruktur yang senantiasa menerapkan dan mengutamakan prinsip pengelolaan lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip social and environment yang diterapkan oleh IIF bahwa setiap proyek yang dibiayai oleh IIF harus dapat ikut bertanggung jawab atas kondisi sosial dan lingkungan yang ikut terdampak dari pembangunan infrastruktur tersebut. Besar harapan kami bahwa apa yang telah kami terapkan dapat menjadi benchmark atau acuan bagi perusahaan lainnya untuk termotivasi dalam membangun infrastruktur di Indonesia yang bertanggung jawab terhadap kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya. Kami yakin, proyek semacam ini akan terus berkembang di masa mendatang,” ujarnya sesaat setelah menandatangani kesepakatan pendanaan dengan Sewatama di Jakarta, pada Rabu, 30 Desember 2015 di Jakarta.

Atas kesepakatan ini, Elan B. Fuadi, Direktur Utama PT Sumberdaya Sewatama menyambut positif. Menurutnya, proyek-proyek infrastruktur kelistrikan membutuhkan partisipasi semua pihak agar bisa segera terwujud. Baik dukungan berupa kemudahan regulasi maupun pembiayaan. “Kami sangat senang perusahaan kami dipercaya oleh lembaga terkemuka seperti IIF yang senantiasa mendukung pembiayaan proyek ketenagalistrikan yang sedang kami jalankan. Sebab, pembangunan pembangkit listrik menjadi hal pokok yang harus segera diwujudkan karena sesuai dengan kebutuhan pemerintah yang kini sedang mempercepat program listrik 35.000 MW,” ujarnya.

“Hal ini selain menambahkan konfiden yang tinggi terhadap tim kami yang sedang menggarap berbagai proyek listrik berbasis energi baru terbarukan, memperbaiki struktur permodalan, juga memberikan keuntungan bagi IIF dalam mendapatkan hasil investasi yang lebih baik.” Pembangunan pembangkit listrik berbasiskan energi baru terbarukan membutuhkan biaya yang cukup besar. Misalnya saja untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga minihidro, untuk setiap 1 MW listrik yang dihasilkan, perlu US$ 2.000.000 (dua juta dolar Amerika Serikat) atau dengan setara dengan Rp 28.000.000.000 (dua puluh delapan miliar Rupiah) dengan kurs Rp14.000 per dollar AS. Sewatama sendiri sebagai salah satu perusahaan ketenagalistrikan nasional, menargetkan bisa membangun pembangkit listrik tenaga minihidro hingga 50 MW dalam jangka waktu 5 tahun mendatang di Sulawesi Selatan.

Dalam rencana Sewatama, untuk lima tahun mendatang, Perseroan akan menyeimbangkan portofolio bisnisnya. Untuk ranah energi baru terbarukan, Perseroan juga sudah mengantongi proyek kerjasama pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar limbah kelapa sawit (PLTBg) dengan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dengan kapasitas 5 MW. Di Nusa Tenggara Timur, Sewatama juga sudah menyelesaikan pelaksanaan studi tahap awal untuk pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) dengan kapasitas 3 MW.

Selain itu, Perseroan juga sudah menelurkan kerjasama inovatif dengan Caterpillar Inc. melalui pembangunan pembangkit listrik hybrid terbarukan yang menggabungkan berbagai bauran energy dalam satu kelompok pembangkitan listrik. “Pembangkit listrik hybrid semacam ini ramah lingkungan karena bisa menghemat pemakain bahan bakar fosil. Selain itu penggunaannya cocok dengan kondisi lingkungan di Indonesia,” sebut Elan lagi.

*****

Tentang PT Indonesia Infrastructure Finance

IIF adalah perusahaan swasta nasional berupa Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur yang didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, yang dikelola secara profesional dengan fokus untuk berinvestasi pada proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial. Pendirian IIF merupakan salah satu elemen penting di dalam pengembangan strategis oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan mitra dari lembaga keuangan internasional untuk mengatasi hambatan arus investasi swasta di sektor infrastruktur. Sebagai badan usaha berorientasi komersial, IIF menyediakan produk fund based seperti pinjaman jangka panjang, produk non-fund based seperti penjaminan serta layanan lainnya yang berkaitan dengan proyek infrastruktur. IIF diharapkan akan berkembang menjadi repositori nasional dalam menggalang pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan pengembangan dan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang layak, termasuk proyek-proyek yang berbasis Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). IIF didukung oleh Pemerintah dan Lembaga-Lembaga multilateral dunia yang tercermin dalam kepemilikan saham IIF, yakni Pemerintah Indonesia melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) bersama dengan Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Disamping itu IIF juga mendapat dukungan pinjaman dari Bank Dunia (World Bank) dan ADB.

Tentang PT. Sumberdaya Sewatama

PT Sumberdaya Sewatama (“IDX: SSMM”) adalah perusahaan IPP yang bernaung dalam Tiara Marga Trakindo Grup dan anak usaha perusahaan energi terintegrasi PT ABM Investama Tbk. Didirikan tahun 1992, Sewatama memiliki visi untuk menjadi perusahaan terdepan dan terkemuka di bidangnya. Lini bisnis Sewatama dibagi menjadi 4 bagian: Temporary Power (Listrik Sementara), Operations and Maintenance (operasional dan pemeliharaan aset ketenagalistrikan), Energy Efficiency Services (Layanan Efisiensi Energy Kelistrikan), serta Long Term Power Solutions (Solusi Listrik Jangka Panjang) — menjadikan Perseroan sebagai satu satunya perusahaan terintegrasi dibidang penyediaan jasa solusi ketenagalistrikan di Indonesia.

Press Release