p-manufacturing-top

Sewatama berkolaborasi dengan STT PLN untuk Memberikan profesional Tenaga Kerja di Perdagangan Bebas ASEAN 2015

Menurut Supriadi, kerja sama ini diadakan karena antusiasme dari kedua belah pihak untuk memberikan lebih kompetitif dan profesional SDM di industri listrik untuk menghadapi era perdagangan bebas ASEAN pada tahun 2015. Dukungan ini yang telah diberikan kepada satu-satunya lembaga swasta nasional, khusus dalam industri listrik selama lebih dari 20 tahun, diharapkan dapat mengembangkan industri listrik di Indonesia, di mana permintaan listrik telah meningkat.

Seperti kita semua prihatin, permintaan listrik telah meningkat setiap tahun tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, dan itu tidak akan berhenti karena ketergantungan listrik manusia juga meningkat. Menurut RUPTL, listrik akan menuntut kenaikan menjadi 6,5% sampai tahun 2020. tertinggi ditandai dengan daerah industri dengan 7,3%, sementara listrik rumah tangga perlu meningkat sebesar 6,9% di Indonesia. Sementara itu, negara-negara berkembang perlu 2,2% menjadi 3,1% dari pertumbuhan listrik, dan negara-negara dengan populasi yang stabil perlu 1,1% dari pertumbuhan listrik. Oleh karena itu, para ahli di industri solusi listrik akan menjadi permintaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kata Supriadi.

N. Hasto Kristiyono, Presiden Direktur PT. Sumberdaya Sewatama, yang senang dengan kerja sama antara kedua belah pihak. Dia mengatakan bahwa STT PLN adalah ahli dalam menyediakan sumber daya manusia terbaik untuk industri listrik dan listrik di Indonesia. Melalui kerjasama ini, kompetensi sumber daya manusia Indonesia akan menjadi lebih menjanjikan untuk bersaing di era perdagangan bebas ASEAN.

Hasto melanjutkan bahwa dengan memiliki sumber daya terlatih manusia, kekuatan manajemen bisnis Sewatama memiliki lebih dari 20 tahun, dan stabilitas baik kompetensi teknis dan non-teknis, memperkuat oleh STT PLN, akan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam menyediakan listrik untuk lainnya negara-negara ASEAN yang masih dalam permintaan tinggi, seperti Myanmar dan Vietnam. Dalam waktu lima sampai sepuluh tahun, Hasto menyatakan bahwa tenaga kerja Indonesia diharapkan menjadi ahli pembangunan listrik tidak hanya di negeri sendiri, tetapi juga untuk negara-negara lain, di seluruh ASIA, Timur Tengah, dan banyak negara lainnya.

Kerjasama ini dipertahankan melalui kegiatan baik jangka pendek dan jangka panjang diprogram termasuk banyak penelitian listrik, pelatihan, modul kurikulum dan persiapan silabus mengenai sumber daya manusia listrik yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang teknologi dikelola dan disahkan oleh Sewatama, atau sebaliknya, di mana karyawan Sewatama dapat membuat modul khusus dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mereka difasilitasi oleh STT PLN.

Tentang STT PLN
College of Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN (Persero), disingkat STT-PLN, yang telah beroperasi sejak tahun 1998. STT-PLN dikelola oleh Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN, disingkat YPK PLN. YPK PLN ditemukan oleh PLN pada tahun 1998. STT-PLN dimaksudkan untuk mengakomodasi para ahli PLN dalam mentransfer pengetahuan mereka kepada generasi berikutnya. PLN, sebagai Badan Usaha Milik Negara terbesar Indonesia (BUMN) dan sebagai penyedia infrastruktur listrik, adalah BUMN strategis dan berbasis teknologi. Sampai tahun 1970-an, generator utama PLN didominasi oleh pembangkit listrik tenaga air tersebut. Banyak bendungan terbesar digunakan sebagai pembangkit listrik di Indonesia dioperasikan oleh PLN.
STT-PLN didirikan 4 jurusan untuk S1 dan 2 jurusan D3 untuk:
S1: Teknik Sipil Program, Program Teknik Elektro, dan Informasi Program Studi Teknik
D3: Sipil Program Studi Teknik dan Program Studi Teknik Mekanikal

Tentang PT. Sumberdaya Sewatama
Sewatama adalah kekuatan perusahaan penyedia solusi yang paling terkenal dan terintegrasi di Indonesia. Ini memiliki 4 (empat) lini bisnis utama: Temporary Power, Operasi & Pemeliharaan, Pilar Daya Optimization & Efisiensi Energi, dan Jangka Panjang Solusi Power dalam bentuk Independent Power Producer (IPP). Sewatama memasuki bisnis IPP melalui anak perusahaannya, PT. Pradipa Arya Satya (bahan bakar fosil yang berbasis) dan PT. Nagata Bisma Shakti (sumber daya terbarukan berbasis).

Press Release