PPA-sewatama

Sewatama Teken Perjanjian Jual Beli Listrik Pembangkit Listrik Biogas dengan PLN

~Dukung pelaksanaan konversi limbah pome menjadi listrik untuk kurangi emisi karbon dan program 35 G pemerintah, Sewatama siap bantu seluruh pemilik kebun di Indonesia ~

Jakarta, 25 April 2016 – Melalui anak perusahaannya, PT Nagata Bio Energi, PT Sumberdaya Sewatama, peraih best brand award dan company of the year 2015 (idx: SSMM) hari ini secara resmi melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Suka Damai berkapasitas 2,4 MW. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Nagata Bio Energi, Elan B. Fuadi dengan General Manager PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Purnomo, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (25/4).

“Dengan sudah ditandatanganinya perjanjian ini, kami akan segera lakukan pekerjaan konstruksi pembangunan pembangkit, kami harapkan pembangkit sudah bisa beroperasi dan mendukung program kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dalam waktu satu tahun mendatang,” ujar Elan.

PLTBg Suka Damai berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Proyek ini merupakan kerjasama Built Own Transfer (BOT) antara PT Nagata Bio Energi dengan PT Suryabumi Tunggal Perkasa, anak perusahaan dari PT Eagle High Plantation, Tbk. Kesepakatan kerjasama keduanya ditandatangani pada Juni 2015 lalu di Jakarta.

“Kamipun siap bantu pemilik kebun lain untuk dapat lebih unggul dalam bersaing melakukan penjualan produk olahan kelapa sawit di dunia dengan mengurangi emisi limbah melalui konversi energy,” ujar Elan.

Lebih lanjut Elan mengungkapkan rasya syukur dan terimakasihnya kepada berbagai pihak yang memungkinkan pelaksanaan PPA ini berjalan tepat waktu. Pihak pemerintah dalam hal ini kementerian ESDM dan PLN sangat kooperatif dan memudahkan kami untuk selalu berdialog dan berkonsultasi terhadap berbagai persyaratan dan ketentuan yang dibutuhkan hingga tercapainya momentum PPA hari ini.

“Kami berterimakasih atas kerjasama yang terjalin, sehingga PPA ini dapat terwujud hari ini. Lebih dari itu, dengan terselesaikannya PPA hari ini, kami bersyukur dapat memenuhi kepercayaan yang diberikan pemilik kebun untuk mempercepat proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) ini.”

Elan melanjutkan bahwa pihaknya mendukung pemerintah untuk menggalakkan program pemanfaatan limbah pome menjadi listrik. “Kami mendukung sepenuhnya langkah pemerintah untuk menggalakkan pengurangan emisi karbon dan pemanfaatan limbah menjadi energi melalui peraturan yang diperbaharui beberapa waktu lalu.”

Penggalakkan ini, menurut Elan akan memberikan dampak yang saling menguntungkan bagi berbagai pihak. Pertama pemilik perkebunan akan diuntungkan dengan tersedianya listrik untuk membantu proses produksi dan penjualan secara mandiri, kedua, pemilik kebun mendapatkan predikat yang baik yang diakui dunia dalam upayanya mengurangi gas emisi buang yang dihasilkan dari limbah cair perkebunanya. Hal tersebut akan memberikan nilai tambah bagi produk olahan kelapa sawit dimana perdagangan dunia saat ini berpatokan kepada sertifikasi karbon foot print yang terkendali.

Pemerintah Indonesia, sebagai negara penghasil kelapa sawit nomor satu di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 31,10 juta ton per tahun akan diuntungkan dengan peran aktif dan partisipasi berbagai pihak untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dan kami sebagai pengembang, pun turut memberikan manfaat yaitu dengan diserapnya tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek ini.

Pengembangan pembangkit listrik ini memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mills Effluent/POME) yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit hasil dari perkebunan PT Eagle High Plantation, Tbk. Dalam prosesnya, POME yang dihasilkan mengeluarkan gas methana yang kemudian disalurkan sebagai bahan bakar mesin pembangkit listrik.

Yovie Priadi, Direktur Utama PT Sumberdaya Sewatama dalam kesempatan ini menyatakan bahwa di Sewatama, kami memiliki sejumlah tim handal dibidang ketenagalistrikan baik itu untuk pembangkitan thermal dan energi baru terbarukan. Hari ini kami bersyukur tim kami dapat bekerjasama dengan baik memenuhi kepercayaan yang diberikan untuk menyelesaikan berbagai persayaratan teknis, lingkungan dan persyaratan badan usaha yang diperlukan untuk mencapai tahap PPA dengan PLN. Ungkapnya.

Lebih lanjut Yovie mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki fleksibilitas mekanisme kerjasama yang tentunya menguntungkan bagi pemilik perkebunan. Khususnya untuk Eagle High grup ini, kesepakatan disetujui untuk bekerjasama menggunakan metode BOT (Build, Operate Transfer). Skema ini selain memberikan keuntungan diantaranya efisiensi biaya dan nilai tambah pada masa berakhirnya kerjasama, kemudahan lain yaitu untuk tetap fokus bagi pemilik kebun kepada core businessnya, yaitu memproduksi dan menjual prdoduk kelapa sawit, sementara kami yang memiliki kompetensi dan pengalaman di industri ketenagalistrikan akan memastikan perwujudan rencana ini dengan baik dan tepat waktu.

“Proyek pembangkit listrik tenaga biogas yang sedang dikerjakan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung program kelistrikan pemerintah 35.000 MW. Dalam rencana bisnis kami, dalam lima tahun ke depan, kami akan menyeimbangkan portfolio bisnis temporary power, operations and maintenance dan independent power producer (IPP). Pelaksanaan proyek pembangkitan berbasis energi baru terbarukan menggunakan limbah pome ini merupakan salah satu langkah kongrit perseroan untuk merealisasikan rencana tersebut.” Tutup Yovie pada pembicaraan hari ini.

 

Tentang PT. Sumberdaya Sewatama
PT Sumberdaya Sewatama (“IDX: SSMM”) adalah perusahaan penyedia solusi ketenagalistrikan terpadu yang bernaung dalam Tiara Marga Trakindo Grup dan anak usaha perusahaan energi terintegrasi PT ABM Investama Tbk. Didirikan tahun 1992, Sewatama memiliki visi untuk menjadi perusahaan terdepan dan terkemuka di bidangnya.
Lini bisnis Sewatama dibagi menjadi 4 bagian: Temporary Power (Listrik Sementara), Operations and Maintenance (operasional dan pemeliharaan aset ketenagalistrikan), Energy Efficiency Services (Layanan Efisiensi Energy Kelistrikan), serta Long Term Power Solutions (Solusi Listrik Jangka Panjang) — menjadikan perseroan sebagai satu satunya perusahaan terintegrasi dibidang penyediaan jasa solusi ketenagalistrikan di Indonesia.

Tidak hanya itu, melalui anak usahanya, PT Pradipa Arya Satya dan PT Nagata Bisma Shakti, Sewatama memasuki bisnis IPP (Independent Power Producer) menggunakan bahan bakar fossil dan energi baru terbarukan.

Kiprah pengembangan kedua anak perusahaan tersebut dilakukan melalui akuisisi 20% saham PLTGU berkapasitas 110MW MEPPOGEN di Sumatera Selatan, PLTU PT Energi Alamraya Semesta (EAS) di Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 15MW serta dalam proses pengembangan berbagai proyek berbasis energi baru terbarukan menggunakan energi air di Sulawesi Selatan hingga mencapai 50 MW untuk memenuhi kebutuhan pembangunan wilayah setempat. Selain itu, Sewatama juga mengembangkan pembangkit listrik tenaga biogas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dengan total kapasitas mencapi 5,4 MW.

Sewatama berhasil meraih predikat Best Brand 2015 pada kategori Power Infrastructure Solution dari PT Mars Indonesia. Penghargaan ini disematkan pada perusahaan-perusahaan yang mempunyai reputasi terbaik di bidangnya. Best Brand dilakukan PT Mars Indonesia bekerjasama dengan Majalah Swa sejak tahun 1992. Selain itu, Sewatama juga meraiah “Top 10 Best Electricity Indonesia dari Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia dan Majalah Listrik Indonesia. Pada tahun 2015, Sewatama juga meraih penghargaan Company of The Year in Indonesia Power Rental Solution dari lembaga riset internasional Frost & Sullivan.

***

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Divisi Corporate Affairs & Marketing
PT. Sumberdaya Sewatama
Gedung TMT 2 Lantai 1
Jl. Cilandak KKO No.1
Jakarta 12560
Telp. : (021) 2997 6712
e-mail : info@sewatama.com
www.sewatama.com

Press Release