p-oilgas-top

Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk memberikan dukungan penuh kepada Biomass Power Development Plant.

PT. PLN (Persero) diharapkan untuk memberikan dukungan penuh dari Biomass Power Plant (PLTBM) pembangunan. Salah satu dukungan yang dapat diberikan adalah dengan mempercepat proses negosiasi jual beli listrik dengan pengembang. “Saya mendengar dari beberapa perusahaan swasta (pada acara EBTKE Conex), mereka mengeluh tentang PPA (Power Purchase Agreement) dengan PLN yang membutuhkan proses yang panjang,” kata Bioenergi Direktur Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ( EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tisnaldi, saat diskusi di Jakarta, Minggu (23/8/2015).

Tisnaldi menyatakan bahwa biomassa berpotensi diprediksi mencapai 32 gigawatt (GW) dengan minyak sawit sebagai sumber terbesar. Sementara itu, air limbah kelapa sawit berpotensi mencapai 12,6 GW. Menurut Tisnaldi, potensi besar ini perlu dikembangkan untuk mencapai target bauran energi dalam kebijakan energi nasional tahun 2025. Energi Baru dan Terbarukan (EBT) porsi pada tahun 2025 ditargetkan mencapai 23% dari bauran energi. 40% dari porsi EBT ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Pada kesempatan yang sama, Business Development Manager PT. Sumberdaya Sewatama, Stefanus Johan mengatakan bahwa perusahaan swasta perlu melakukan sesuatu daripada hanya menunggu untuk mengembangkan PLTBM. “Kerjasama dengan PLN benar-benar diperlukan karena mereka memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai jaringan listrik,” kata Stefan. Stefan berharap bahwa akan ada informasi mengenai transmisi tenaga listrik milik PLN. Oleh karena itu, perusahaan swasta dapat memilih dan mengembangkan PLTBM di lokasi yang tepat untuk dapat terhubung listrik kepada konsumen. “Keterlibatan PLN benar-benar diperlukan karena jika IPP (Independent Power Producer) ingin menjual listrik ke pengguna akhir, izin khusus akan diperlukan dari ESDM dan PLN,” jelas Stefan.

Corporate News