Empat Dampak Penggunaan Energi Terbarukan

Kebutuhan energi yang semakin tinggi membuat penggunaan energi terbarukan mulai dilakukan. Energi terbarukan merupakan opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi listrik mengingat energi tidak terbarukan seperti bahan bakar fosil dan batu bara diprediksi bisa habis dan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk diperbarui. Sayangnya, hingga saat ini penggunaan energi terbarukan masih belum dapat dimaksimalkan mengingat berbagai dampak yang ditimbulkan dalam penggunaannya. Berbagai dampak berikut perlu dipertimbangkan terlebih dahulu agar pemanfaatan energi terbarukan dapat menguntungkan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Dampak Sosial

Apabila diperhatikan berdasarkan dampak sosialnya, penggunaan energi terbarukan dapat memberikan manfaat sosial seperti peningkatan lingkungan hidup yang lebih sehat, kemajuan dalam hal teknologi dan peluang untuk bekerja. Hal ini bisa terjadi mengingat beberapa sumber daya energi terbarukan seperti air, angin dan cahaya matahari tergolong ramah lingkungan dan bisa mengurangi tingkat polusi. Hanya saja, tidak semua dapat memaksimalkan potensi tersebut mengingat energi terbarukan seperti air, angin dan cahaya matahari tidak didapat dalam porsi yang sama di setiap daerah sehingga berpotensi terjadi  ketimpangan sosial.

Dampak Ekonomi

Secara ekonomi, pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbarui jelas dapat memberikan dampak besar. Sebab, proyek pembangunan energi terbarukan bisa meningkatkan lapangan kerja, menguntungkan suplier material, dan menghidupkan perekonomian secara bersamaan. Di sisi lain, pemanfaatan energi terbarukan juga bisa memberikan dampak yang baik dalam jangka panjang karena tergolong lebih efisien dalam segi biaya. Hanya saja, untuk mewujudkan penggunaan energi terbarukan diperlukan investasi yang tidak sedikit dan hal ini seringkali membuat pengembangan energi terbarukan jadi terhambat.

Dampak Lingkungan

Salah satu dampak terbesar yang akan terasa dalam pemanfaatan energi terbarukan adalah dampak lingkungan. Beberapa energi terbarukan seperti Cahaya Matahari, Angin dan Air cenderung ramah lingkungan dan dapat mengurangi polusi berupa gas karbon dioksida pada area sekitar pembangkit. Meskipun demikian,  untuk meningkatkan kemampuannya, biasanya penyimpanan menggunakan baterai  pada solar PV. Limbah baterai yang sudah tidak terpakai berpotensi untuk menjadi pencemaran limbah B3. Oleh karena itu, perlu dilakukan bersamaan untuk endaur ulang baterai..

Dampak Jaringan

Dalam memanfaatkan energi terbarukan, diperlukan jaringan yang berbeda dibandingkan pemanfaatan energi konvensional. Sebab energi terbarukan seperti tenaga surya, air dan angin tergolong tidak stabil dalam hal pasokan energi mengingat pasokan energinya bergantung pada iklim dan cuaca. Namun biasnaya tenaga surya maupun angin berada di luar jaringan (off grid) sehingga untuk pemanfaatan maksimal dibutuhkan pembangunanjaringan yang berpotensi meningkatkan biaya.

Dari 4 dampak yang perlu diperhatikan diatas, pemanfaatan energi terbarukan tetap perlu dilakukan mengingat kebutuhan energi yang terus meningkat. Sebab, dengan memanfaatkan energi terbarukan, secara jangka pendek maupun jangka panjang pasokan energi listrik Anda dapat terpenuhi. Jika perusahaan Anda membutuhkan pembangkit listrik energi terbarukan, Sewatama bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkannya.

Dengan pengalaman selama lebih dari 27 tahun, Sewatama telah terbukti mampu membangun pembangkit listrik yang dapat diandalkan di darat maupun di laut lepas. Dalam hal pasang solar panel, Sewatmaa siap membantu perusahaan Anda guna menghasilkan solar panel yang dapat diandalkan berdasarkan energi listrik yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu, Sewatama juga siap memberikan layanan operator genset dan perawatan genset untuk menjaga pasokan listrik perusahaan Anda agar tetap dapat diandalkan. Sehingga, segala kebutuhan kelistrikan Anda bisa teratasi bersama Sewatama.

Corporate News

News