jasa dewatering tambang

Gunakan Jasa Dewatering Agar Tambang Kembali Kering

Dewatering atau proses pengeringan adalah subyek yang penting. Air tanah yang ditangani dengan tidak baik bisa merugikan sekali bahkan bisa sampai mengakibatkan kebangkrutan. Sebagai contoh dalam kasus tambang, ketika harga emas melonjak dalam jangka waktu pendek, maka perusahaan tambang harus bergerak cepat dalam mengekstraksi apa pun secepatnya. Hal ini memang menguntungkan para pemegang saham tapi sangat tidak ideal untuk mereka yang beroperasi di lapangan, terutama peralatan yang digunakan. Jasa dewatering tambang banyak digunakan pada saat-saat seperti ini.

 

Tujuan pekerjaan jasa dewatering tambang adalah menjaga agar dasar galian tetap kering. Untuk mencapai tujuan tersebut biasanya air tanah diturunkan elevasinya 0,5 – 1 meter di bawah dasar galian. Apalagi pada galian tanah pasir, rembesan air ke dalam galian dapat menyebabkan tergerusnya tanah pasir akibat erosi buluh. Risiko sand boil pun juga perlu dicegah agar pada saat dilakukan galian. Karena saat dilaksanakan galian, maka perbedaan elevasi air di dalam dan di luar galian semakin tinggi. Jasa dewatering tambang yang baik pun akan mempertimbangkan risiko terjadinya kegagalan upheave karena bila tekanan air di bawah lapisan tanah lebih besar daripada berat lapisan tanah tersebut, maka lapisan tanah dapat terangkat atau mengalami kegagalan.

 

Baiknya, Jasa dewatering tambang oleh Sewatama juga bisa langsung dilengkapi dengan genset untuk melayani lokasi-lokasi yang terpencil khususnya. Salah satu metode yang paling umum dilakukan oleh jasa dewatering tambang yang memerlukan genset adalah open-pumping. Metode open-pumping biasanya dipakai pada tanah dengan karakter tanah padat, berkohesi, bergradasi baik, sumur atau selokan yang digunakan agar pemompaan tidak mengganggu area proyek dan debit rembesan air tidak besar. Sewatama melayani jasa dewatering tambang dengan metode open-pumping yang sudah dilengkapi dengan sewa genset.

 

Hal-hal seperti mencegah rembesan, memperbaiki kestabilan tanah, mencegah pengembungan tanah, memperbaiki karakteristik, kompaksi tanah terutama bagian dasar, pengeringan lubang galian hingga mengurangi tekanan lateral pastinya diperhitungkan dengan matang oleh jasa dewatering tambang yang profesional seperti Sewatama. Nah, untuk memperkaya wawasan, sebenarnya apa saja tantangan yang biasa dihadapi oleh jasa dewatering tambang? Di antaranya adalah:

 

  1. Padatan Yang Tersuspensi

Penyebab paling umum dari kegagalan pompa dewatering tambang adalah penyumbatan dari pasir, padatan tersuspensi dan bubur. Kunci untuk mengatasi tantangan ini adalah desain bah yang tepat. Air bersih harus dikumpulkan di sumbernya, sedangkan air yang sarat padatan abrasif harus dipisahkan menjadi area terisolasi di dalam bak.

 

  1. Korosi

Dari air yang begitu panas dan sarat dengan pirit, besi atau pasir, hingga cairan pengeboran fase air garam teremulsi, pastinya akan menyebabkan korosi. Namun jika pompa dibangun menggunakan metalurgi padat, proses korosi dapat diperlambat sampai tingkat tertentu.

Bahkan peralatan yang paling keras pun dapat mengalami korosi.

 

  1. Overheat

Overheating dapat terjadi pada setiap aplikasi pompa. Jika permukaan air terlalu rendah di dalam bak selama operasi yang berkepanjangan dan panel kontrol unit tidak memiliki segala jenis perlindungan underload, pompa akan menjadi kering dan terlalu panas.
Intinya, demi keberhasilan sebuah investasi dalam tambang, penggunaan jasa dewatering tambang yang punya jam terbang tinggi dan bersertifikasi sangat disarankan dari proses awal pengerjaan. Jika mencari solusi yang lebih efisien, lagi-lagi jasa dewatering tambang yang sudah memiliki unit bisnis sewa genset lebih disarankan. (SS)

Corporate News

Berita