sewa genset

Menyimpan Energi Listrik untuk Berbagai Kebutuhan

Listrik merupakan elemen penting yang dibutuhkan kehadirannya dalam setiap industri. Saat aliran listrik padam, perusahaan bisa mengalami kerugian hingga mencapai miliaran rupiah setiap detiknya. Hal inilah yang membuat aliran listrik yang handal sangat dibutuhkan, salah satunya dengan mempersiapkan cadangan energi listrik.

Dalam mempersiapkan cadangan energi listrik, diperlukan baterai dengan kapasitas yang memadai sesuai kebutuhan industri Anda. Kehadiran baterai dapat membantu menyimpan energi listrik dari pembangkit listrik yang Anda miliki dan bisa dimanfaatkan apabila sewaktu-waktu pasokan listrik utama padam. Baterai berjenis lithium-ion menjadi salah satu yang paling populer dan banyak digunakan oleh industri. Namun, selain lithium ion terdapat pula flow battery yang bisa menjadi alternatif yang memadai.

Cek bagaimana sistem flow battery bekerja

Pada dasarnya flow battery bekerja dengan prinsip dasar yang sama yakni menggabungkan elektrolit cair yang berfungsi sebagai arus listrik searah (DC) yang berjalan ke arah inverter untuk dikonversikan menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Sementara itu, desain sistem aliran baterai bergantung pada aplikasi dan ukuran proyek yang dijalankan. Untuk aplikasi distribusi tenaga listrik 1MW – 5MW digunakan modular dengan berbagai skala tergantung durasi penyimpanannya. Skala tersebut memungkinkan penggunaan jutaan galon peyimpanan elektrolit yang disatukan serta disalurkan ke tangki besar di sebuah ruang yang lapang.

Biaya unit flow battery dan lithium-ion

Saat ini, teknologi lithium-ion merupakan teknologi yang paling banyak digunakan dalam penyimpanan listrik. Hanya saja, seiring meningkatnya minat terhadap energi terbarukan, permintaan mulai mengarah kepada aset penyimpanan yang memiliki durasi lebih lama. Flow battery menjadi alternatif yang baik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pada baterai lithium-ion, biaya unit dengan durasi penyimpanan lebih dari 4 jam umumnya relatif sama rata. Sementara itu, biaya unit flow battery cenderung terus menurun saat durasi penyimpanan meningkat antara 8-12 jam. Hal inilah yang membuat flow battery bisa menjadi alternatif untuk Anda yang membutuhkan aset penyimpanan energi listrik untuk durasi yang lebih lama.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan

Salah satu hal penting yang perlu diketahui dari flow battery adalah fleksibilitas penggunaan yang dapat didesain untuk suatu aplikasi secara spesifik. Namun, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunannya. Berikut ini beberapa diantaranya :

  • Dukungan Voltase

Melalui penggunaan pembangkit berbasis inverter, dukungan voltase atau tegangan dapat teratasi. Dengan kemampuan untuk menghasilkan atau menyerap daya reaktif yang diperlukan, inverter dapat membantu menyesuaikan tegangan. Penggunaan smart inverter yang terhubung ke aliran flow battery juga dapat mendukung jaringan distribusi listrik.

  • Fleksibilitas sumber daya

Agar lebih fleksibel dalam penggunaan berbagai sumbar daya, perpaduan antara baterai lithium-ion dan flow battery bisa menjadi opsi yang tepat. Strategi tersebut dapat mengurangi risiko penyimpanan sekaligus memastikan penyimpanan energi listrik dapat diandalkan. Berbagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan antara lain seperti energi konvensional dari fosil, pembangkit bertenaga nuklir, hinga energi terbarukan seperti solar panel.

Penyediaan tempat penyimpanan energi listrik sama pentingnya dengan penyediaan sumber energi listrik itu sendiri. Sebagai perusahaan yang telah berpengalaman selama lebih dari 27 tahun di bidang kelistrikan, Sewatama dapat memastikan pasokan energi listrik untuk industri Anda dapat diandalkan. Tidak hanya mempersiapkan penyimpanan energi yang memadai dan dapat diandalkan, Sewatama juga menyediakan jasa rental genset murah, jasa operator genset dan perawatan genset secara berkala. Sehingga, aliran listrik untuk industri Anda tetap dapat diandalkan dengan biaya operasional yang lebih efisien.

Corporate News

Berita