dewatering

Musim Hujan, Dewatering Harus Dilakukan dengan Benar agar Penambangan Tak Terhenti

TAK diragukan lagi, jika Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah di bidang pertambangan. Indonesia memiliki beraneka ragam kekayaan alam tambang, mulai dari nikel, batu bara, tembaga, hingga emas yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Tentunya sudah bukan isapan jempol belaka kekayaan tambang yang bisa diproduksi Indonesia.

Dan tentunya dalam proses produksi pertambangan ini, ada hal penting yang mesti diperhatikan.

Sedikitnya ada 365 perusahaan penambangan di Indonesia yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sedangkan menurut data yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), total sumbangan penerimaan negara dari sektor ESDM di Indonesia mencapai RP256,09 triliun.

Dalam upaya pengolahan dan penambangan bahan tambang ini ada sejumlah kendala dan sejumlah hal yang tak boleh luput dari perhatian.

Sebelumnya, perusahaan pertambangan sering menemui masalah terkait penggalian. Area tambang yang telah digali tidak jarang merupakan jalur aliran air dalam tanah, hal tersebut merupakan masalah serius bagi industri pertambangan. Apalagi memasuki musim penghujan.

Oleh karena itu perlu persiapan yang matang untuk menciptakan area tambang yang selalu kering agar pekerjaan penambangan bisa dilakukan secara maksimal.

Dampak dari air tanah yang tidak ditangani dengan baik bisa merugikan bahkan bisa membuat bangkrut perusahaan pertambangan tersebut karena terhentinya operasi.

Sebelumnya, perusahaan pertambangan sering menemui masalah terkait penggalian. Area tambang yang telah digali tidak jarang merupakan jalur aliran air dalam tanah, hal tersebut merupakan masalah serius bagi industri pertambangan.

Oleh karena itu perlu persiapan yang matang untuk menciptakan area tambang yang selalu kering agar pekerjaan penambangan bisa dilakukan secara maksimal.

Dampak dari air tanah yang tidak ditangani dengan baik bisa merugikan bahkan bisa membuat bangkrut perusahaan pertambangan tersebut karena terhentinya operasi.

Dede Sulaiman juga menjelaskan bahwa sekarang ini sudah banyak industri pertambangan yang dilakoni para pengusaha dengan metode mining surface (open-pit).

“Karena saat ini rata-rata tambang di Indonesia merupakan open pit, maka untuk dewatering wajib dikelola dengan baik. Jika tidak, maka pengusaha tambang tidak bisa beroperasi,” ujar Dede Sulaiman.

Tambang open-pit atau metode tambang terbuka memang perlu untuk dilakukan proses dewatering, agar kegiatan tambang dapat dilakukan dengan lancar.

Proses dewatering yang lengkap tersebut tidak harus dilakukan sendiri oleh perusahaan tambang, melainkan bisa meggunakan jasa dewatering tambang.

Jasa dewatering tambang terdiri dari perlengkapan (equipment), tenaga kerja (labor), operasi (operation), dan perawatan (maintenance).

Sedangkan, jika perusahaan pertambangan hanya memerlukan equipment dalam proses dewatering, jasa pompa tambang menjadi alternatif terbaik.

Artinya, jasa dewatering tambang sudah termasuk dalam jasa pompa tambang sebagaimana merupakan bagian dari peralatan dewatering.

Dede menuturkan semakin banyak industri yang bergerak di bidang pertambangan, maka perusahaan jasa dewatering tambang dan jasa pompa tambang juga akan semakin berkembang, termasuk salah satunya adalah PT Sumberdaya Sewatama.

“Untuk itulah saat ini banyak perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dewatering (termasuk kami Sewatama) yang membantu pengusaha tambang untuk mengelola dewatering mereka,” ungkap Dede Sulaiman.

Dengan begitu, perusahaan pertambangan semakin lancar dalam kegiatan tambangnya yang dibarengi keuntungan maksimal dan kerugian seminimal mungkin.***

artikel terkait

https://portalsurabaya.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-22771224/begini-cara-agar-proses-penambangan-tidak-terhenti?page=3

Corporate News

Berita