Sewatama O&M

Pentingnya Pemeliharaan Pembangkit Listrik

Pemerataan listrik ke semua daerah di seluruh Indonesia terus dilakukan. Bahkan di saat pandemi Covid-19, di mana kebutuhan listrik perumahan meningkat karena sebagian besar masih bekerja di rumah.

Melihat kebutuhan tersebut, pemerintah terus melakukan penambahan infrastruktur kelistrikan di berbagai daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, meresmikan 10 pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu yang belum lama ini diresmikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang Peaker yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu pemasok listrik khususnya di Pulau Timor.

Berkapasitas 40 MW PLTMG ini akan menyalurkan listrik ke jalur transmisi SUTT 150 KV PLMG Kupang Peaker untuk kembali disalurkan ke Gardu Induk Bolok dan Gardu Induk Naibonat.

Sementara itu, untuk wilayah paling barat di Indonesia, ada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) II Arun berkapasitas 250 megawatt mulai beroperasi penuh dan mampu memenuhi pasokan listrik ke seluruh provinsi Aceh dan sebagian Sumatera Utara.

PLTMG Arun II sudah beroperasi penuh sejak Februari 2021. Kini memenuhi kebutuhan listrik di Provinsi Aceh dan sebagian SUmatera Utara. PLTMG Arun II ini merupakan pembangkit terbesar di Indonesia yang berada di kawasan Arun, tepatnya di Desa meuria Paloh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Seperti dikutip dari Antara, Technikal Engineer PLN Unit Induk Pembangkit Sumatera Bagian Utara (UIK-SBO), Muhammad Zukri Lubis mengatakan ada 13 mesin generator di PLTMG Arun II ini. Dengan kapasitas yang dimilikinya, kebutuhan listrik di Aceh dapat sepenuhnya terpenuhi.

Tentunya agar operasional pembangkit listrik ini bisa berjalan lancar tanpa kendala, pemeliharaan menjadi hal utama yang wajib dilakukan rutin. Dengan demikian pasokan listrik ke seluruh wilayah jangkauan pun tak akan alami hambatan berarti.

Kategori pemeliharaan operasional ini biasanya terdiri dari pemeriksaan, pembersihan, servis, pemeliharaan, pelumasan, dan penyesuaian, sesuai kebutuhan dan tentu saja oeprasional pembangkit tersebut.

Kedua pembangkit tersebut saat ini masih difungsikan sebagai peaker yang artinya difungsikan ketika beban puncak terjadi, Namun, di masa mendatang bisa jadi akan difungsikan sebagai base load sehingga dibutuhkan keandalan kerja mesin pembangkit.

Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengoperasian mesin pembangkit yang dimiliki oleh negara melalui PT PLN (persero) ini harus ditangani oleh perusahaan yang memiliki tenaga ahli dengan kemampuan mumpuni.

Seperti diketahui, saat ini PT PLN (persero) mempercayakan pengoperasian kedua pembangkti listrik yang masuk dalam program nasional ini, kepada PT Sumberdaya Sewatama. Sewatama merupakan perusahaan ketenagalistrikan nasional yang memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan perawatan pembangkit.

Dalam portofolionya, Sewatama sudah menangani sejumlah pembangkit listrik nasional. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1992 ini memiliki divisi O&M Sewatama, yang berpengalaman dengan mengoperasikan pembangkit listrik combine cycle 2×110 MW dan PLTG 2x 60MW di Sumatera. Teknisi-teknisi Sewatama yang bersertifikat dan memiliki kriteria sesuai dengan syarat yang dibutuhkan, merupakan tenaga kerja andal.***

Sumber: Pikiran-Rakyat

Corporate News

Berita