Perawatan Genset agar Tetap Siap Sedia!

Genset merupakan pembangkit daya listrik yang tentunya memerlukan pengoperasian dan perawatan khusus. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya genset selalu dalam kondisi ideal agar siap dan dapat dioperasikan sewaktu-waktu tanpa kendala apa pun.

Terutama pada gedung dan pabrik, genset sangat diperlukan sebagai pembangkit listrik alternatif jika pasokan listrik utama tidak stabil atau bahkan tak berfungsi. Dalam situasi tersebut, pada dasarnya genset harus beroperasi secara otomatis.

Saat terjadi gangguan pada sumber listrik utama, maka panel AMF-ATS secara otomatis akan memindahkan jalur hubungan dari sumber listrik utama ke genset yang sebelumnya telah diaktifkan secara otomatis pula.

 

Perawatan Genset agar Tetap Siap Sedia

Tentu ada masa di saat genset beroperasi secara kurang optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh posisi kedudukan atau peletakkan yang tak stabil, ventilasi ruangan yang kurang baik, beban yang terlalu berat, atau berbagai ketidaktahuan lain yang sebenarnya perlu diperbaiki.

 

Tips Penting dalam Merawat Genset

Jika hal tersebut terus dibiarkan, tentu genset untuk gedung atau pabrik Anda tidak akan mampu berfungsi dengan baik dan akan menimbulkan masalah baru dengan keharusannya untuk diperbaiki dengan lebih dalam.

Oleh sebab itu, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam merawat dan mengoperasikan genset Anda. Berikut ulasannya:

 

1. Operasikan Genset Sesuai dengan Buku Petunjuk operasional

Perhatikan buku panduan atau petunjuk pengoperasian genset dan jalankan mesin sesuai arahan dalam buku tersebut. Sebaiknya, jangan mengoperasikan genset dengan sembrono saat Anda belum mengetahui cara yang benar. 

Pastikan operator mengetahui cara yang tepat terkait pengoperasian genset Anda sebelum mempercayakannya untuk bertugas.

 

2. Jaga Sirkulasi Udara dalam Ruang Genset

Jika Anda memilih untuk mengoperasikan genset dalam ruangan tertutup, pastikan ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang mumpuni. Sebab, asap gas buang dari genset sangat beracun dan harus dibuang ke luar dengan tepat.

Jauhkan gas buang tersebut dari manusia atau hewan peliharaan. Selain gas, udara panas dari radiator juga perlu segera dikeluarkan secara langsung lewat ducting/cerobong. Tak boleh ada aliran balik agar mesin tidak mengalami panas yang berlebihan atau overheat.

 

3. Hindari Beban Berlebih atau Overload

Generator pada genset memiliki t.sebuah circuit breaker atau MCCB sebagai pengaman beban berlebih. MCCB ini akan bekerja saat genset menampung beban yang terlalu besar. Saat hal itu terjadi, pengurangan beban harus dilakukan sebelum kembali menghidupkan genset.

 

4. Peletakkan Kedudukan Genset

Ketika genset beroperasi, akan timbul getaran yang cukup kuat. Oleh sebab itu, perlu memastikan bahwa genset berada di tempat dengan permukaan yang rata dan berpondasi kuat atau stabil. Jika genset berada pada tempat yang tidak rata atau tak stabil, getaran saat operasional terjadi akan merusak genset itu sendiri.

 

5. Jauhkan Genset dari Tempat Basah dan Lembab

Genset harus berada di tempat yang kering. Sebab, mengoperasikan genset di tempat yang terkena hujan, genangan air, atau kelembapan tinggi berisiko menimbulkan sengatan listrik. Hindari meletakkan genset dan saluran pipa gas pada tempat masuknya air hujan. Sebagai saran, pasanglah grounding pada genset dan beban genset. Kemudian, berilah atap pelindung untuk menaungi mesin dari air.

 

6. Menjaga Kebersihan Genset

Selain melindungi dari kelembapan dan air, Anda juga harus memastikan kebersihan genset dengan baik. Sebab, genset yang bersih berpotensi menghasilkan kinerja mesin yang optimal.

Rawatlah genset dan jangan biarkan kebocoran-kebocoran terjadi dalam waktu lama. Bersihkan debu dan kotoran yang menem[el pada unit dan radiator. Selain itu, hindari meletakkan barang-barang lain yang tak berkaitan di sekitar genset.

 

7. Matikan Genset pada Keadaan Abnormal

Saat Anda menyadari kondisi yang tidak biasa atau abnormal pada genset, segeralah mematikan mesin. Lakukan pengecekan dan perbaikan secepatnya. Hal abnormal yang bisa dideteksi, contohnya adalah getaran yang berlebihan, suara yang terlalu kasar atau tersendat-sendat, dan indikator lainnya.

 

8. Pasang Kabel-Kabel dengan Baik dan Benar

Pastikan semua kabel yang berkaitan dengan genset terpasang dengan baik, terlebih kabel power. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah adanya arus hubungan singkat pada genset.

Beberapa cara memastikannya adalah dengan memperhatikan petunjuk atau kode pada stiker terminal output hingga mengencangkan setiap kabel yang terpasang dan pastikan tak ada kekendoran yang bisa menimbulkan bahaya.

 

9. Jangan Sentuh Terminal Tegangan Keluaran (Output)

Demi keselamatan, jangan menyentuh terminal output saat genset sedang beroperasi. Sebab, hal tersebut berisiko menimbulkan sengatan listrik. Pastikan untuk memutuskan circuit breaker atau MCCB ketika kabel power akan dipasang.

 

10. Berhati-Hatilah Terhadap Bahaya Kebakaran

Bahaya kebakaran tentulah mengintai saat kita berurusan dengan listrik. Terlebih, bahan bakar dan pelumas untuk genset adalah bahan mudah terbakar. Jadi, pastikan tak ada bahan-bahan tersebut yang berceceran di sekitar genset.

Selain itu, pastikan bagian dalam genset selalu bersih agar tak berisiko menimbulkan api karena kontaminasi minyak. Letakkan genset di tempat yang jauh dari api dan ciptakan kondisi pengoperasian genset yang normal.

 

Pentingnya Perawatan Genset

Memelihara dan merawat genset merupakan suatu keharusan jika Anda ingin terus dapat menggunakan genset sebagai pembangkit listrik yang selalu siap. Salah satu cara perawatan yang mudah dan efektif adalah menggunakan layanan berbasis online seperti Sewatama.

Terdapat beberapa hal yang bisa membuat Anda harus merawat genset lebih sering, yaitu:

  • Genset digunakan sebagai daya utama secara berkesinambungan (Prime power).
  • Suhu lingkungan ekstrim.
  • Paparan cuaca tak stabil.
  • Paparan air garam.
  • Paparan debu, pasir, atau partikel udara lainnya.

 

Tips Pemeliharaan Genset Rutin agar Genset Tetap Prima

Demi mewujudkan genset yang selalu sedia untuk digunakan sewaktu-waktu pada gedung atau pabrik Anda, diperlukan pemeliharaan yang rutin dan tepat. Perawatan ini sangat penting dan dianjurkan, bahkan dalam buku manual genset.

Sebaiknya, pastikan Anda menggunakan bahan bakar, suku cadang, dan pelumas yang direkomendasikan oleh pabrik dan sesuai dengan spesifikasi genset. Hal ini agar genset bisa beroperasi dalam jangka panjang dan selalu siap optimal jika dibutuhkan.

Berikut langkah pemeliharaan genset secara rutin yang dapat menjadi referensi:

1. Pemeliharaan Dua Mingguan

  • Mengecek kapasitas air radiator
  • Mengecek kapasitas oli mesin
  • Mengecek konektor dan kabel accumulator/battery
  • Mengecek persediaan bahan bakar
  • Membersihkan unit genset
  • Membersihkan ruang genset
  • Melakukan running test genset selama 15 menit

 

2. Pemeliharaan Bulanan

  • Jadwal mingguan yang ditambah
  • Mengecek air accumulator/battery
  • Mengecek V-Belt
  • Mengecek control indicator genset
  • Mengecek instalasi kabel panel DC

 

3. Pemeliharaan Tiga Bulanan

  • Menambahkan jadwal pemeliharaan mingguan dan bulanan
  • Membersihkan filter udara
  • Membuang endapan pada tangki bahan bakar
  • Mengecek system Charging Accu.

 

4. Pemeliharaan Enam Bulanan

  • Melakukan pengecekan kategori I, II, dan III
  • Mengganti oli mesin
  • Mengganti filter oli

 

Wujudkan Genset yang Selalu Siap dan Terawat!

Gunakan genset sewaan dan layanan perawatan dari ahli bersertifikasi dari Sewatama untuk mewujudkan genset yang selalu siap sedia di segala kebutuhan gedung atau pabrik Anda. Dengan layanan yang terjamin, jangan ragu untuk menghubungi Sewatama.

Corporate News

Berita