audit energi

Begini Proses dan Manfaat Audit Energi Listrik

Audit energi listrik adalah proses evaluasi pemanfaatan energi guna mengidentifikasi peluang penghematan energi untuk meningkatkan efisiensi suatu perusahaan. Dalam Undang-Undang Konservasi Energi India 2001 (BEE 2008), audit energi didefinisikan sebagai verifikasi, pemantauan dan analisis penggunaan energi dan penyerahan laporan teknis yang berisikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi energi dengan manfaat biaya analisis dan rencana aksi untuk mengurangi konsumsi energi. Singkatnya, proses ini bermanfaat untuk sebuah perusahaan agar dapat menghemat biaya listrik dan mengurangi penggunaan energi listrik secara tepat.

Proses audit energi listrik bukan hanya penting untuk menghemat biaya listrik saja. Langkah ini juga diwajibkan oleh pemerintah melalui Surat Edaran Wajib nomor 302.E/07/DJE/2010 yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) pada tahun 2010 silam. Surat edaran tersebut berisikan kewajiban pengguna energi listrik maupun non listrik yang setara dengan 6000 ton minyak atau 69780 Megawatthour (MWh) pertahun untuk melakukan konservasi energi. Proses ini bisa dilakukan melalui beberapa langkah: (1) menunjuk manajemen energi, (2) menyusun program konservasi energi, (3) audit energi secara berkala, (4) melaksanakan rekomendasi hasil audit energi, (5) melaporkan pelaksanaan konservasi energi kepada Menteri dan  Gubernur/Bupati/Walikota sesuai kewenangannya.

Secara tidak langsung, surat edaran tersebut ditujukan kepada para pelaku industri dan gedung perkantoran mengingat besarnya konsumsi listrik yang digunakan. Lalu, bagaimana proses audit energi bisa dilakukan oleh sebuah gedung perkantoran atau industri? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan :

  1. Pengumpulan data

Proses pengumpulan data sangat penting dalam proses audit energi. Dari data yang didapat, nantinya diperoleh kesimpulan yang akurat terhadap penggunaan energi listrik dalam suatu gedung perkantoran. Proses ini mencakup pengumpulan data desktop, pengumpulan data lapangan, dan cross check kedua data tersebut.

  • Pengumpulan data desktop

Proses ini merupakan langkah awal pengumpulan data terkait energi yang digunakan dalam suatu bangunan. Langkah ini bertujuan untuk mengenal karakter bangunan yang diaudit serta area yang menjadi fokus utama audit. Data-data yang diambil dalam proses ini antara lain gambar arsitektur bangunan, sirkuit penerangan, sistem pendingin ruangan, skema catu daya tunggal, data historis tagihan listrik (selama satu tahun terakhir), dan sistem kontrol beban listrik seperti timer.

  • Pengumpulan data lapangan

Disamping pengumpulan data desktop, pengumpulan data lapangan juga sangat penting. Proses ini bertujuan untuk melengkapi data yang hilang atau tidak bisa ditemukan; memastikan keakuratan data desktop; dan memahami penggunaan listrik gedung, pemborosan energi serta pemeliharaan gedung.

  • Crosscheck data

Keakuratan data yang didapat dalam proses audit energi listrik sangatlah menentukan hasil laporan konservasi energi. Untuk itu, diperlukan crosscheck data antara data desktop dengan data yang dikumpulkan dari lapangan.

  1. Pembagian beban akhir penggunaan

Setelah mendapatkan data yang akurat, Anda dapat membagi berapa total energi yang digunakan dan berapa energi utama yang dijalankan suatu gedung perkantoran. Pembagian tersebut bisa didapat berdasarkan chart konsumsi energi yang dibuat setiap bulannya, hari, dan jam. Pembagian juga bisa didasarkan pada kebutuhan seperti penerangan, pompa air, pendingin ruangan, dll.

  1. Analisa konservasi energi

Langkah selanjutnya dalam proses audit energi adalah menganalisa konservasi energi. Langkah ini bisa diklasifikasikan menjadi 3 kategori yakni tanpa/ukuran biaya rendah, ukuran biaya menengah, dan ukuran biaya tinggi. Kategori tersebut bisa ditentukan berdasarkan analisa pada pasokan listrik utama gedung perkantoran, sistem pendingin ruangan, sistem pencahayaan, dan penggunaan alat elektronik lainnya.

  1. Pelaporan hasil audit

Setelah audit energi listrik dilakukan, langkah berikutnya adalah membuat laporan terhadap hasil audit tersebut. Berdasarkan surat edaran nomor 302.E/07/DJE/2010, pelaporan hasil audit akan disampaikan kepada Kementerian ESDM, Gubernur atau Bupati/Walikota. Pelaporan hasil audit dibuat terperinci berdasarkan 3 langkah yang telah dilakukan diatas.

Untuk memastikan proses audit energi listrik sebuah gedung perkantoran berjalan optimal, dibutuhkan tenaga ahli yang telah tersertifikasi dalam melakukan hal tersebut. Sewatama bisa menjadi solusi yang tepat dalam membantu melakukan proses audit karena telah berpengalaman selama lebih dari 27 tahun di bidang kelistrikan. Sehingga, proses audit bisa dilakukan secara detail, akurat serta mendapatkan solusi efisiensi energi listrik untuk mengurangi biaya listrik perusahaan. (SS-CC)

Corporate News

Berita