Strategi Elektrifikasi Indonesia

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pemerataan suplai listrik jadi hal yang wajib dilakukan. Sebab, listrik merupakan bagian penting dalam kehidupan rumah tangga maupun industri saat ini. Ketika sebuah daerah belum teraliri listrik, maka pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut cenderung lebih lambat dibanding daerah yang telah teraliri listrik.

Dalam mendeteksi apakah aliran listrik sudah merata atau belum, maka digunakan rasio elektrifikasi. Rasio ini berguna untuk memetakan daerah mana saja yang masih minim belum teraliri jaringan listrik on grid sama sekali. Rasio elektrifikasi sangat penting untuk menentukan skala prioritas daerah mana saja yang perlu segera ditingkatkan aliran listriknya. Seperti Nusa Tenggara Timur, yang pada tahun 2019 tercatat menjadi provinsi dengan rasio elektrifikasi paling rendah di Indonesia yakni sekitar 73% diikuti oleh Papua dengan 94%.

Jika diperhatikan secara nasional, rasio elektrifikasi di Indonesia sebetulnya sudah cukup baik yakni sekitar 98,86% pada tahun 2019 lalu. Hanya saja, sisa angka yang cukup kecil tersebut tergolong sulit untuk dipenuhi dalam waktu dekat mengingat letak geografis beberapa daerah yang sulit untuk dijangkau. Selain itu, faktor ekonomi juga membuat beberapa desa di Indonesia masih belum bisa merasakan energi listrik. Meskipun demikian, pemerintah telah bersiap dengan merancang strategi elektrifikasi untuk seluruh daerah di Indonesia.

  1. Perpanjangan Jaringan (Grid)

Strategi pertama yang direncanakan oleh pemerintah agar memastikan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik atau rasio elektrifikasi mencapai 99,99% adalah perpanjangan grid. Ini merupakan cara terbaik untuk mendapatkan aliran listrik on grid tanpa perlu membangun pembangkit khusus di dekat daerah yang belum teraliri listrik. Hanya saja, strategi ini hanya bisa dilakukan jika daerah tersebut cukup dekat dengan pembangkit listrik yang tersedia atau dengan letak geografis yang memungkinkan.

  1. Pengembangan pembangkit Off grid atau mini grid

Jika strategi perpanjangan jaringan dirasa sulit untuk dilakukan, maka pengembangan pembangkit off grid atau mini grid bisa jadi solusi jitu untuk mempercepat rasio elektrifikasi di Indonesia. Penggunaan pembangkit listrik off grid dengan memanfaatkan tenaga surya bisa menjadi opsi terbaik mengingat Indonesia berada di garis khatulistiwa dengan potensi energi matahari yang begitu besar. Pembangkit listrik tenaga surya juga tergolong ramah lingkungan dan bisa menjadi solusi pembangkit listrik skala besar untuk masa depan. Hanya saja, untuk saat ini pembangkit listrik off grid atau mini grid berupa pembangkit listrik tenaga surya perlu mendapat perhatian lebih karena biayanya belum murah.

  1. Program pra-elektrifikasi

Meski belum semua daerah mendapatkan aliran listrik, strategi ketiga berupa program pra-elektrifikasi bisa menjadi opsi terbaik agar daerah yang belum mendapatkan aliran listrik bisa mendapatkan penerangan pada malam hari. Strategi ini dilakukan dengan membagikan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) yang dapat menyerap energi listrik dari tenaga surya pada siang hari lalu kemudian disimpan dan lampu akan bekerja pada malam hari. Hanya saja, strategi pemberian LTSHE sudah dihentikan sejak tahun 2020 dan mulai digantikan dengan pemberian tabung listrik.

Disamping beberapa strategi diatas, opsi pembangkit lain sebagai back up masih diperlukan. Misalnya, di daerah terpencil bisa  menggunakan jasa sewa genset dan jasa teknisi genset untuk mengalirkan energi listrik yang dapat diandalkan. Jika Anda ingin mengalirkan listrik untuk kebutuhan industri di daerah terpencil yang belum dialiri listrik on grid, maka Sewatama bisa membantu mewujudkannya baik dengan genset maupun dengan tenaga surya.

Berbekal pengalaman selama lebih dari 27 tahun, Sewatama telah terbukti mampu menghadirkan energi listrik yang dapat diandalkan di daerah yang sulit dijangkau hingga ke laut lepas (offshore). Dengan berbagai layanan kelistrikan seperti jasa sewa genset, audit energi listrik, jasa teknisi genset hingga jasa pemasangan solar panel, Sewatama bisa menjadi partner andalan Anda untuk menjaga pasokan listrik secara andal. Sehingga, rasio elektrifikasi yang belum merata tidak akan menghambat Anda dalam membangun industri di daerah terpencil sekalipun.

Corporate News

Berita