pasang solar panel

Pasang Solar Panel, Apa Tantangannya?

Belum banyak konsumen yang pasang solar panel alias panel surya di Indonesia. Berbeda dengan di negara maju seperti negara-negara Eropa atau Amerika, sudah ada begitu banyak jasa penyedia panel surya yang sudah beroperasi. Mereka beroperasi dari audit energi listrik hingga memberikan solusi pasang panel surya. Apa artinya?

Meskipun Indonesia sudah mulai beralih ke penggunaan energi terbarukan seperti menggunakan panel surya tapi kenyataannya masih ada beberapa faktor utama yang membuat Indonesia tidak bisa begitu saja berganti ke panel surya sehingga masih bergantung pada penyedia listrik negara. Baik berbicara dari segi kebutuhan rumah tangga maupun industri, keduanya masih memerlukan persiapan khusus untuk bisa berganti ke penggunaan panel surya dan tentunya memerlukan waktu yang tidak sebentar juga.

Sewatama sebagai penyedia panel surya sudah melihat fenomena ini dalam beberapa kali kegiatan audit energi listrik untuk pelanggan-pelanggannya. Meski penyuluhan sudah diberikan namun tetap ada beberapa kondisi yang tidak bisa begitu saja dipaksakan pasang solar panel.

Mencermati penggunaan panel surya sendiri, sebenarnya apa saja tantangannya?

  1. Biaya

Biaya awal instalasi sistem panel surya tergolong tidak murah apalagi untuk kebutuhan rumah tangga. Ini termasuk membayar untuk panel surya, inverter, baterai, kabel, dan tentunya instalasi itu sendiri. Namun demikian, teknologi panel surya terus berkembang, sehingga aman untuk mengasumsikan bahwa harga akan turun di masa depan.

  1. Tergantung Cuaca

Meskipun energi matahari masih dapat dikumpulkan selama hari berawan dan hujan, efisiensi penggunaan panel surya tetap menurun. Panel surya bergantung pada sinar matahari untuk secara efektif mengumpulkan energi matahari. Maka jika sampai beberapa hari terjadi mendung dan hujan secara berturut-turut, hal ini dapat memberikan dampak pada sistem energi. Belum lagi memperhitungkan bahwa energi matahari tidak dapat dikumpulkan pada malam hari. Dalam hal ini, panel termodinamika adalah alternatif yang bisa dipertimbangkan.

 

  1. Penyimpanan Energi Matahari Mahal (storage)

Energi matahari harus segera digunakan, atau dapat disimpan dalam baterai besar. Baterai yang digunakan dalam sistem panel surya dapat diisi pada siang hari sehingga energi digunakan pada malam hari. Ini adalah solusi yang baik untuk menggunakan energi matahari sepanjang hari tapi harganya cukup mahal. Dalam kebanyakan kasus, lebih disarankan untuk hanya menggunakan energi matahari di siang hari dan mengambil energi dari jaringan lain pada malam harinya. Untungnya penggunaan listrik biasanya lebih tinggi di siang hari sehingga sebenarnya sudah dapat dipenuhi oleh energi matahari.

  1. Membutuhkan Ruang Yang Luas

Semakin banyak listrik yang ingin dihasilkan dan digunakan, maka semakin banyak pula panel surya yang diutuhkan. Panel surya  membutuhkan banyak ruang dan beberapa atap tidak cukup besar untuk memenuhi jumlah panel surya yang dibutuhkan. Alternatifnya adalah memasang beberapa panel di halaman atau tanah lapang yang memiliki akses langsung terhadap sinar matahari. Jika tidak memiliki ruang yang cukup, opsi paling memungkinkan adalah juga menggunakan penyedia listrik lainnya selain mengandalkan panel surya.

  1. Kesalahan Desain Instalasi Dan Perencanaannya

Inilah kenapa berkonsultasi dengan penyedia panel surya  yang berkompeten dan bersertifikasi sangat penting untuk pasang solar panel. Dari banyaknya kegiatan audit energi listrik yang sudah dilakukan di mana saja, banyak ditemukan saat hendak pasang solar panel kurang dioptimalkan untuk jangka panjang. Banyak terjadi perusahaan-perusahaan yang pasang solar panel sendiri tapi akhirnya mendapati kendala karena ternyata ruang untuk panel tidak cukup atau menggunakan beragam sparepart yang dibeli sendiri tapi sebenarnya spesifikasi dan kualitasnya tidak sama sehingga panel surya pun tidak bisa berfungsi secara optimal. Sewatama sebagai penyedia panel surya dan jasa audit energi listrik tidak akan membiarkan hal ini terjadi pada klien-kliennya. (SS)

Corporate News

Berita