power service solution

Terus Komitmen Dukung Konsumsi Listrik

PT Sumberdaya Sewatama, perusahaan ketenagalistrikan nasional, terus bertekad mendukung kebijakan ketenagalistrikan pemerintah, seperti megaproyek 35 ribu MW. Lewat penyediaan prasaran kelistrikan, mendorong peningkatan konsumsi listrik per kapita di Indonesia.

Listrik telah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat. Ketersediaan dan keandalan pasokan listrik tidak terlepas dari kesiapan prasaran kelistrikan. Oleh sebab itu, tidak berlebihan, jika PT Sumberdaya Sewatama menyatakan listrik adalah prasaran. Direktur Utama PT Sumberdaya Sewatama Ferry Arief Sunandar, kepada Listrik Indonesia mengatakan, perusahaan telah aktif dalam industri ketenagalistrikan selama 26 tahun dan kami berharap untuk terus dapat berkontribusi dan mendukung pemerintah dalam penyediaan prasarana listrik yang berkualitas dan tepat guna untuk masyarakat. “Salah satu indikator kemajuan negara adalah konsumsi listrik per kapita,” tegas Ferry.

Dia menambahkan, konsumsi listrik per kapita Indonesia pada tahun 2019 sebesar 1,077 kWh. Masih tertinggal dari negara-negara tetangga di kawasan regional, seperti Malaysia (4,600 kWh) dan Thailand (2,500 kWh) pada tahun 2014. Masih banyak yang bisa dan perlu dilakukan, bukan hanya memberikan akses listrik yang cukup ke seluruh populasi Indonesia, namun listrik yang berkualitas dan cukup untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Di sisi lain, sangat penting untuk adanya regulasi yang practical, tepat guna, tepat sasaran dan commercially feasible sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi geografi Indonesia untuk memastikan tercapainya tujuan ini. Dengan berbagai lini bisnis kami, Sewatama dapat terus berperan aktif dalam sektor ketenagalistrikan ini,” ucap dia.

Sewatama merupakan partner dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur listrik dan energi di sektor industri dan perdagangan, termasuk sektor industri listrik, oil & gas, pertambangan, petrokimia, manufaktur, telekomunikasi, dan lain-lain.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 ini saat merupakan kejadian luar biasa dengan dampak yang besar bagi para pelaku industri di sektor-sektor yang dilayani Sewatama tersebut. Tentunya hal ini sedikit banyak berpengaruh pada kinerja perusahaan. Dampak pandemi pada masing-masing industri tidak sama, satu mungkin lebih berat dari lainnya.

“Karenanya, strategi kami di sini adalah mengoptimalkan diversifikasi industri yang dilayani sedemikian rupa untuk meminimalkan dampak pada Sewatama, antara lain meningkatkan aktifitas kami di sektor-sektor dimana dampak pandeminya relatif minimal,” urai dia.

Akan tetapi, Sewatama tetap memastikan bahwa performa dan kualitas layanan tetap terjaga di masa pandemi ini terutama karena ketenagalistrikan adalah kebutuhan pokok bagi para pelaku industri tersebut. Seperti diketahui, produk dan layanan Sewatama cukup beragam, termasuk jasa penyewaan fasilitas pembangkit listrik, operation & maintenance, instalasi dan konstruksi pembangkit listrik, audit energi, energy efficiency services, dan mining support equipment maintenance.

“Berbagai proyek sudah dan sedang kami laksanakan di berbagai lini layanan tersebut. Visi kami ke depan memperbanyak bisnis bersifat service-based, dan untuk itu kami perlu untuk selalu stay up to date dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat,” ucap dia.

Lanjut dia, kami memiliki tim yang berfokus khusus pada process improvement dan inovasi-inovasi yang berbasis pada penerapan teknologi yang relevan untuk industri power yang belum pernah atau banyak dilakukan, termasuk teknologi dan temuan baru di bidang bahan bakar ramah lingkungan, teknologi peningkatan efisiensi, hingga digitalisasi dan konektivitas untuk remote monitoring.

“Kami meyakini bahwa penerapan teknologi yang tepat akan menaikkan kinerja Sewatama baik dari bertambahnya layanan baru maupun dari peningkatan efisiensi biaya operasi,” tutur dia.

Ferry menyatakan, sebagai perusahaan berbasis utamanya pada jasa, kualitas SDM adalah faktor utama keberhasilan perusahaan. Dengan makin berkembangnya cakupan dan jenis layanan perusahaan, pengembangan SDM adalah keniscayaan dan kami lakukan secara berkelanjutan dengan memastikan kualifikasi SDM dan tenaga ahli yang sesuai dengan industri yang kami layani, termasuk memastikan sertifikasi keahlian yang diperlukan.

Selain itu, dia menambahkan, kami juga memperhatikan pengembangan soft skill karyawan di antaranya dengan menerapkan iklim manajemen terbuka guna memberikan karyawan exposure pada semua aspek operasi perusahaan.

“Dalam suasana pandemi ini, pelatihan dan seminar tidak mudah dilakukan namun masih dimungkinkan dengan metode online dan kami memberikan encouragement pada talent perusahaan untuk berpartisipasi pada sesi-sesi pelatihan online yang sesuai dengan minat mereka dan strategi perusahaan,” tandas Ferry.

(Artikel di terbitkan di Majalah Listrik Indonesia, Edisi September 2020)

Corporate News

News