Dalam sektor ketenagalistrikan, sebuah kesepakatan bisnis barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya bukan terletak pada apa yang tertulis di atas kontrak, melainkan pada bagaimana janji tersebut diwujudkan di lapangan. Di titik inilah seorang Fulfillment Section Head memiliki peran penting. Ia bukan sekadar pengelola teknis, melainkan sosok di balik layar yang memastikan setiap infrastruktur energi hadir tepat waktu dan berfungsi dengan andal bagi pelanggan.
Salah satu unsur penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di industri ini adalah dengan ketepatan pemenuhan listrik sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja. Oleh sebab itu, seorang Fulfillment Section Head juga dituntut untuk dapat mengelola ketidakpastian lapangan yang dapat mengganggu ketepatan jadwal yang sudah dijanjikan kepada pelanggan.
Disiplin Mengawal Proses
Seperti kebanyakan proyek infrastuktur vital lainnya, kedisiplinan dalam menjalankan setiap fase proyek wajib dilakukan. Di sinilah peran Fulfillment Section Head menjadi krusial untuk mengawal proses dari mobilisasi tim, kesiapan material dan peralatan hingga tahap pengujian akhir atau commissioning.
Di lapangan, keterlambatan kecil dalam pengiriman material atau koordinasi tim bisa berdampak besar pada jadwal pelaksanaan proyek yang telah disepakati dengan pelanggan. Melalui fase commissioning yang teliti, Fulfillment Section Head memastikan bahwa seluruh hasil pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis sebelum dioperasikan. Ketelitian di tahap akhir adalah representasi nyata dari komitmen perusahaan terhadap keamanan dan kenyamanan pelanggan.
Memilih Tim yang Tepat
Salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah mengelola sumberdaya manusia. Kepuasan pelanggan sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat tim merespons permintaan di lapangan. Fulfillment Section Head bertindak sebagai konduktor yang mengatur alokasi teknisi agar posisi yang tepat diisi oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat.
Berdasarkan prinsip manajemen sumber daya manusia, seperti yang dituangkan dalam buku Project Management (Watt 2014), pengerjaan sangat bergantung pada kesesuaian keahlian tim dengan tugas yang diberikan. Dengan pengaturan tim yang responsif, pelanggan, khususnya sektor industri ketenagalistrikan, tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan solusi teknis. Kecepatan respons ini sering kali menjadi faktor utama yang membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.
Membangun Budaya Risiko
Hal lain yang juga menjadi accountability Fulfillment Section Head yaitu memastikan bahwa seluruh alat kerja dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan saja dibutuhkan. Perawatan alat kerja yang disiplin di pusat penyimpanan bukan hanya soal menghemat biaya, tetapi soal kepastian layanan.
Memiliki keahlian dalam melakukan manajemen aset yang efektif dapat meminimalkan risiko kerusakan alat secara mendadak di tengah pengerjaan. Dengan peralatan yang andal, durasi pengerjaan menjadi lebih terukur, dan risiko pembengkakan biaya yang pun dapat ditekan seminimal mungkin.
Bukan hanya memastikan alat dapat bekerja dengan baik, tetapi tenaga kerja yang andal seperti dua sisi keping mata uang: keduanya saling mendukung. Oleh karena itu, risiko terhadap tenaga kerja juga menjadi prioritas yang tak boleh diabaikan. Di lingkungan kerja yang bersentuhan dengan listrik tegangan tinggi, risiko keselamatan jiwa adalah prioritas teratas. Di sini Fulfillment Section Head memegang peran penting dalam menanamkan budaya keselamatan kerja (HSE) yang ketat bagi seluruh personel lapangan.
Inilah salah satu cara dalam melakukan manajemen risiko yang akan timbul. Memenuhi prinsip manajemen risiko, bukan sekadar prosedur administratif, melainkan langkah proaktif untuk melindungi nyawa pekerja dan keamanan aset milik pelanggan. Keberhasilan mencapai target zero accident (nol kecelakaan) adalah bukti kuat profesionalisme perusahaan dalam memberikan layanannya. Pelanggan akan merasa jauh lebih tenang dan puas saat mengetahui bahwa mitra mereka bekerja dengan standar keamanan yang melampaui batas minimum.
Bila merujuk pada penjabaran di atas, dapat diartikan bahwa Fulfillment Section Head adalah jembatan yang menghubungkan ekspektasi pelanggan dengan kenyataan di lapangan. Melalui pengelolaan tim yang tepat dan profesional, pengawasan teknis yang disiplin, dan komitmen pada keselamatan, Fulfillment Section Head memastikan bahwa visi perusahaan penyedia ketenagalistrikan yang andal bukan sekadar slogan, melainkan janji nyata yang diwujudkan kepada setiap pelanggan.
Oleh: Rizka S. Aji, Marketing Communication, PT. Sumberdaya Sewatama.
Kami akan membantu memberikan solusi untuk anda