Tips / Artikel - 08 October 2026

Menakar Kebutuhan Tenaga Kerja Kelistrikan Masa Depan

Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mengingatkan pentingnya percepatan penciptaan green jobs di Indonesia. Menurutnya, transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya mengubah jenis pekerjaan yang tersedia, tetapi juga mengubah teknologi, proses kerja, dan kompetensi yang dibutuhkan tenaga kerja Indonesia.

Pernyataan yang dilontarkan pada ajang Indonesia Green Jobs Conference (IGJC) 2026 di Jakarta pada 2 September 2026 lalu itu menyiratkan betapa tingginya tantangan para pengusaha di sektor energi dan ketenagalistrikan. Di satu sisi, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi baru terus meningkat. Di sisi lain, pengembangan kompetensi tidak secepat perkembangan teknologi yang digunakan industri.

Adanya transformasi energi yang sedang berlangsung, menuntut juga sistem pengoperasian dan perawatan yang serba modern. Sebagai contoh, kini tuntutan untuk menerapkan sistem  digitalisasi melalui penerapan smart grid, battery energy storage system, kendaraan listrik, hingga berbagai teknologi pemantauan aset berbasis data. Kondisi ini menuntut kemampuan yang berbeda dibandingkan satu dekade lalu.

Hal  ini mendorong pula kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dengan berbagai pelatihan.  Tentu saja,  tidak cukup dilakukan secara instan. Perusahaan membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis untuk memastikan tenaga kerja agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan operasional. Terlebih, banyak pengetahuan penting di industri ketenagalistrikan yang masih tersimpan dalam pengalaman para praktisi lapangan (tacid knowledge), mulai dari pengelolaan gangguan operasi, pemeliharaan berbasis keandalan, hingga praktik keselamatan ketenagalistrikan yang telah teruji selama bertahun-tahun.

Ketika tenaga kerja senior memasuki masa pensiun dan teknologi baru terus bermunculan, perusahaan menghadapi tantangan ganda: mentransfer pengetahuan yang sudah ada sekaligus membangun kompetensi baru yang dibutuhkan di masa depan. Di sinilah kebutuhan akan fungsi pembelajaran teknis menjadi semakin penting.

Peran tersebut kini berkembang jauh melampaui penyelenggaraan pelatihan. Organisasi membutuhkan individu yang mampu memetakan kompetensi tenaga kerja, mengidentifikasi competency gap, menyusun jalur pengembangan yang terstruktur, serta mengubah pengalaman lapangan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari dan diwariskan. Dengan kata lain, perusahaan membutuhkan seseorang yang mampu membangun ekosistem pembelajaran teknis secara menyeluruh.

Peran Technical Trainer Specialist

Posisi ini menjadi penghubung antara kebutuhan bisnis, operasi, dan pengembangan manusia. Tugasnya bukan hanya mengajar di ruang pelatihan, tetapi memastikan organisasi memiliki talenta yang siap menjalankan teknologi hari ini sekaligus menghadapi teknologi masa depan. Mulai dari asesmen kompetensi, penyusunan learning pathway, pengembangan materi berbasis pengalaman lapangan, hingga program coaching, mentoring, dan knowledge management, seluruhnya menjadi bagian dari upaya membangun tenaga kerja yang adaptif dan kompeten.

Ketika Indonesia berbicara tentang penciptaan jutaan green jobs, tantangan sesungguhnya bukan hanya membuka lapangan kerja baru. Tantangan yang sama besarnya adalah memastikan tersedia tenaga kerja yang memiliki keterampilan untuk mengisi peluang tersebut. Sebab pada akhirnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang dibangun, melainkan oleh manusia yang mengoperasikan dan mengembangkannya.

Bagi Anda yang memiliki passion dalam pengembangan kompetensi teknis, memahami dunia operasi dan pemeliharaan industri, serta ingin berkontribusi dalam menyiapkan talenta masa depan sektor energi, inilah kesempatan untuk mengambil peran strategis tersebut. Bergabunglah sebagai Technical Trainer Specialist dan jadilah bagian dari perjalanan membangun sumber daya manusia yang akan menopang transformasi energi Indonesia.

Oleh: Rizka S. Aji

Marketing Communication Specialist, PT Sumberdaya Sewatama.

Berita & Update Lainnya

Bekerja di tengah laut lepas (offshore), ratusan kilometer dari daratan, tak han...
Di dunia tambang, air bisa jadi sahabat sekaligus musuh. Sahabat karena membantu...
Man Jadda Wa Jadda, pepatah Arab  yang bermakna "Siapa yang bersungguh-sung...

Beri tahu apa yang Anda butuhkan

Kami akan membantu memberikan solusi untuk anda