Tips / Artikel - 27 February 2026

Menggapai Sistem Manajemen Terintegrasi

Dalam dinamika industri global, efisiensi dan kepatuhan terhadap standar internasional menjadi parameter utama daya saing perusahaan. Salah satu instrumen strategis yang digunakan organisasi terkemuka adalah Integrated Management System (IMS) atau Sistem Manajemen Terintegrasi.

IMS merupakan pendekatan komprehensif yang menggabungkan berbagai standar ISO ke dalam satu kerangka kerja tunggal yang harmonis. Melalui integrasi ini, perusahaan tidak lagi menjalankan sistem manajemen secara parsial, melainkan menyelaraskan proses, sumber daya, dan mitigasi risiko secara holistik untuk mencapai tujuan operasional yang lebih efektif.

Struktur Utama dalam Sistem Manajemen Terintegrasi (QHSE)

Secara teknis, efektivitas IMS didukung oleh kesamaan struktur tingkat tinggi yang dikenal sebagai Annex SL. Struktur ini memungkinkan integrasi yang mulus antara standar-standar utama dalam lingkup QHSE, yaitu:

1. ISO 9001:2015 (Quality Management System): Berfokus pada konsistensi mutu layanan, efisiensi operasional, dan orientasi pada kepuasan pelanggan.

2. ISO 14001:2015 (Environmental Management System): Mengatur pengendalian dampak lingkungan serta pemenuhan komitmen keberlanjutan melalui pengelolaan limbah dan efisiensi energi.

3. ISO 45001:2018 (Occupational Health & Safety Management System): Berorientasi pada mitigasi risiko keselamatan kerja dan perlindungan kesehatan bagi seluruh personel di lingkungan operasional.

Keunggulan Strategis Integrasi Sistem Manajemen

Implementasi IMS memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan penerapan standar secara terpisah. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

1. Simplifikasi Dokumentasi: Menghilangkan duplikasi prosedur dan catatan, sehingga sistem dokumentasi menjadi lebih ringkas dan mudah dikelola.

2. Optimalisasi Proses Audit: Pelaksanaan audit internal maupun eksternal dapat dilakukan secara simultan, menghemat waktu dan biaya sertifikasi.

3. Keselarasan Strategis: Menjamin bahwa sistem manajemen tidak berdiri sendiri sebagai beban administratif, melainkan menyatu dengan proses bisnis inti (Business Process Alignment).

4. Budaya Kerja Berkelanjutan: Mendorong kepatuhan (compliance) menjadi budaya di seluruh level organisasi, mulai dari operasional lapangan hingga pengambil keputusan strategis.

Milestone PT Sumberdaya Sewatama: Komitmen pada Standar Global

Sebagai bukti nyata dari penerapan praktik terbaik internasional, PT Sumberdaya Sewatama berhasil mempertahankan sertifikasi ISO Integrated Management System pada tahun 2026. Melalui audit eksternal yang dilaksanakan pada 18–26 Februari 2026, perusahaan juga berhasil meraih extension to scope untuk area operasional Depo Pulogadung dan Depo Gresik.

Pencapaian ini mengukuhkan posisi Sewatama sebagai penyedia layanan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga beroperasi dengan standar ketat pada aspek mutu, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan. Keberhasilan mempertahankan integrasi ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001 ini mencerminkan organisasi yang adaptif terhadap tantangan industri dan berkomitmen pada perbaikan berkelanjutan (continual improvement).

By: Dalilah Alkatari, Corporate OHS Officer, PT. Sumberdaya Sewatama.

Berita & Update Lainnya

Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Lindung Lingkungan (K3LL)  tid...
Lima puluh karyawan Sewatama, mendapat anugerah Service Year Award 2024 ...
Tahukah Anda mengenai capacity factor dari suatu pembangkit li...

Beri tahu apa yang Anda butuhkan

Kami akan membantu memberikan solusi untuk anda