Tips / Artikel - 17 July 2026

Pompa Tambang vs Pompa Laut, Apa Bedanya?

Bila melihat sekilas, pompa untuk industri terlihat serupa. Dari bentuk hingga kelengkapan, semua mirip. Meski demikian, jika ditelisik lebih jauh, pompa dewatering untuk industri memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda-beda.

Hal ini berkaitan dengan karakteristik air yang dipompanya. Misalnya, poma pada pertambangan biasanya berfungsi untuk mempompa air dengan kandungan air hujan dan air tanah yang bercampur lumpur, pasir, dan tanah hasil galian. Air ini agak asam dan kotor, banyak membawa material padat seperti tanah dan pasir.

Sementara bila pompa dewatering digunakan untuk memompa air laut, harus mampu menahan air laut yang mengandung garam tinggi (salinitas ±35.000 ppm). Tantangan utama adalah: korosi, erosi, fouling (kerak dan organisme laut).

Karena kondisi yang dihadapi beda, bahan pompanya pun dibuat berbeda. Pompa tambang biasanya dibuat dari high chrome alloy ( Cr 25-20%), natrual rubber, baja tahan karat (stainless steel 304, 316 dan Duplex) dengan bagian dalam (impeller) yang ekstra keras supaya tidak cepat aus digerus pasir dan lumpur.

Sedangkan Pompa laut biasanya dibuat dari bahan yang lebih tahan terhadap garam, seperti baja tahan karat jenis khusus (duplex stainless steel atau super duplex stainless steel) atau perunggu campuran nickel-aluminium bronze (NAB). Bahan besi biasa sangat cepat berkarat kalau kena air laut terus-menerus, jadi tidak dipakai.

Cara kerjanya pun berbeda. Pompa tambang punya beberapa jenis, tergantung kebutuhan di lapangan. Ada yang dibenamkan langsung ke dalam air (submersible) dan ada yang diletakkan di permukaan (sentrifugal). Pemilihan jenis yang tepat sangat penting, karena pompa yang salah bisa cepat rusak atau tidak bisa bekerja maksimal.

Pompa laut biasanya berbentuk sentrifugal dengan saluran air yang dibuat lebih lebar, yang di gunakan sebagai pompa intake untuk suplai ke water treatment plant, pendinginan heat excharger di PLTU dan suplai desalinasi untuk air PLTU.

Cara kerja dasarnya sebenarnya mirip, pompa akan menyedot air masuk, lalu bagian yang berputar di dalamnya (impeller) mendorong air keluar dengan tekanan tertentu. Yang membedakan hanyalah seberapa kuat dan tahan banting bagian-bagian ini dibuat, sesuai dengan medan yang akan dihadapi.

Oleh karena itu, sebelum menyewa pompa dewatering, sebaiknya perhatikan 5 poin berikut:

1. Kenali dulu jenis airnya. Apakah airnya berlumpur dan asam (air tambang), atau asin dan mengandung garam (air laut).

2. Perhatikan bahan pompa. Pastikan bahannya memang dirancang untuk jenis air tersebut, bukan sekadar pompa serbaguna.

3. Sesuaikan dengan lokasi kerja. Apakah pompa akan dibenamkan langsung ke air, diletakkan di permukaan, atau dipasang di kapal?

4. Cek kapasitas dan daya sedotnya. Semakin banyak air atau lumpur yang perlu dipindahkan, semakin besar pula kapasitas pompa yang dibutuhkan.

5. Jangan lupa soal perawatan. Pompa yang bagus sekalipun tetap butuh perawatan rutin, apalagi kalau dipakai di lingkungan yang keras seperti tambang atau laut.

Oleh: Arun Gumilang

Editor: Agus Wijayanto, Product Application Engineering, PT Sumberdaya Sewatama

Berita & Update Lainnya

Memenuhi komitmen Sewatama dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, PT S...
Dalam dunia pertambangan seperti batubara, pompa dewatering adalah salah satu pe...
Di balik gemuruh mesin raksasa dan padatnya aktivitas malam di area tambang, ada...

Beri tahu apa yang Anda butuhkan

Kami akan membantu memberikan solusi untuk anda